Selasa, 14 April 2015

Dalam setiap alunan rasa, diselipkan kecup salam sukma 

hingga ia akan meronta dan mengendalikan apa yang menjadi itikadnya

dengan kembali lagi melontarkan serangkaian kalimat yang memiliki daya tembus menyayat

lelaki itu bilang saya adalah ilham paling tulen akan fitrahnya

dirayu - rayu saya hingga melayu namun tetap "tidak" saya katakan mentah - mentah

ia menata kata demi kata... "sekian lama kamu dan saya melupakan kita" 

sesekali saya ingin menjadi perihal genting melebihi dari apa yang dianggapnya penting

lalai melahirkan ketidakberartian namun kelak ditebas oleh ketiadaan...

manusia berbekal ingatan, melumpuhkan

memang begitu, perkaranya ia adalah proporsi keseluruhan yang menakjubkan 

antara saya dan dia menyadari betul akan adakalanya menjemput pagi hanya dengan bersua saja 

terasa seperti tidur bersama


------------

cengkrama sembari ndusel di kamar distopia kami (s)uka---(d)uka 2013

Sabtu, 23 November 2013


Dan aku pun tidak bisa mempertahankan mahligai pertemanan yang sudah tidak sehat,
Semoga mereka yang tersisa selalu dalam limpahan kebahagiaan,
Tetap bisa menjadi pendengar yang baik dan tahu teman seharusnya untuk apa,
Untuk waktu yang baik maupun yang buruk, seperti apa
Menjadi teman terdekat atau memposisikan sebagai bakal orang jahat yang mengancam
Mengecam halus  belati
Dan untuk memori tentangku, aku harap setidaknya kalian sisihkan ruang
Meski kita hanya dapat bertegur sapa dan sekadar menanyakan kabar.
Selamat malam
*malam ini aku merindukan apa yang telah lama kurindukan sembari mendengarkan that’s what  friends are for...




Batas kabut lara.

2012

Selasa, 13 Agustus 2013

Mimpi apa kamu semalam? Mimpi para perompak hantu berlayar dalam catatan lelap kita saat malam yang terlalu malam dan pagi yang terlalu pagikah?
Jangan lagi khawatir mencari kantuk yang mengendap pada malam yang tersisa
Kemarilah,
Bersepakatlah sebelum pagi jengah,

Tidur pada waktu yang seharusnya adalah anugerah, bukan?


Sabtu, 27 Juli 2013

Analogi Generalisasi

Bersama Zulika; sebuah pecakapan  membuat momok tersendiri. Tak menampikkan kejenakaan.

Zu, menurutmu adakah  kesalahan dalam sebuah doa.  Karena ku pikir, aku terlalu lama berdoa ketimbang solat itu sendiri. Ini dalam konteks Islam. Ya mesti kutahu, Tuhan kita memperbolehkan  hambanya untuk meminta apapun. Tapi apakah kita tidak memikirkan perasaan Tuhan. Hei , Tuhan tentu punya rasa kan? Buktinya iya tidak tega memberikan ujian yang berat diluar kemampuan hambanya. Ah aku tidak pernah tahu persis keluarbiasan sang mahasuper keren Tuhan kita. Tuhan terlalu baik mendengarkan kita.

Jadi pada akhirnya kamu Li, memuji Tuhan lagi? Aku sangat menyukai hamba yang tak lalai menyanjung  Tuhannya. Terkecuali kamu hehe. Bukan rasa, tapi Tuhan memiliki Zat yang lebih luarbiasa dari rasa itu sendiri. Bukan rasa yang minus. Tuhan selalu, akan selalu di zona positif.
Mengenai doa, aku rasa tentu ada. Apalagi untuk hambanya yang banyak permintaan, tak tahu diri. Tapi aku sangat menyesalkan, mengenai doa yang berlaku, doa kepada kedua orang tua, Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku diwaktu kecil bunyi doanya, aku seorang yatim piatu Li, ibu panti sangat jahanam, ia memang mengasuhku, tapi aku yakin lubuk hati mereka tidak setulus ibu/ bapak kandungku jika mereka merawatku, realitanya aku ditinggal begitu saja oleh mereka yang  membuatku dengan syahwat, tidak ada tanggungjawabnya. Dan soal ibu panti, ia sangat senang aku  keluar dari lingkupnya, meminimaliskan biaya. Doa itu tidak berlaku bagiku dan tentunya bagi anak-anak yang lebihkurangya senasib denganku, mengapa doa tersebut masih mengeneralisasi?. Dan aku beruntung, semenjak ada mamah dede di stasiun teve swasta, aku jadi merasa memiliki mamah.. Hahaha.


Senin, 22 Juli 2013



Zu
    : Kenapa ngga duduk?
Rau   : Soalnya aku solat, najis kan dimana-mana, takutnya yg abis duduk disini orang yang sedang haid terus nembus.
Zu    : Lho bukannya kalau selama kita tidak tahu itu ada pemakluman? Tuhan Mahatoleril kan?
*pecakapan ini berhenti senjenak
Rau   : Li, kata kamu bener yang tadi
Zu    : Lalu?
Rau   : Tapi kan masa kita selalu tersesat dalam ketidaktahuan jadi ya mending waspada aja
Zu    :Aku analogikan seperti anak yang terlahir bukan menjadi muslim, apakah mereka tahu sebelumnya kalau mereka terlahir menjadi kristiani, penganut budha, bahkan atheis sekalipun? apakah bisa diwaspadai?
Rau   :Ya tapi kan mereka sudah diperingatkan kenapa tidak mencari tahu

Zu
    : Yang tau mereka telah dibutakan ditulikan ya umat kita, memangnya kamu mau membuka al-kitab umat lain, Sedangkan al-kitabmu belum kamu pelajari seutuhnya. Kamu dan aku beruntung. Dan mereka disana jg merasa seperti itu. Ya‘beruntung’ memeluk keyakinan yang dianggap paling benar masing-masing.Seperti para penceramah dan pemuka agama, Ribut membenarkan. Kebenaran kok harus diributkan. Yang ada malah melenceng. Sok pandai menafsirkan, Kadangkala kita dibuat bingung. Ya misalkan guru agama, kebenaran sesuatu ditentukan oleh siapa yang mengajarkan kita saat itu. Pengajaran guru sd, smp, sma ku beda.. dan mereka  telah ada dalil spesifik sebagai kriteria tunggal yang membenarkan pernyataan mereka. Jadi aku pikir kamu belum tentu benar. Dan sekarang aku juga habis pikir, kita lebih pecaya dengan tokoh-tokoh piawai  berpidato dan sekawananya  daripada agama itu sendiri.
Rau   : Hey Zu,kamu  terlalu melebar. Untuk apa kamu sibukkan mereka, kamu sendiri sudah benar menjalankan warisan nabi?
***
Rau   : Hey,  zu. Ngapain bergumam?
Zu    : Ah ya?.“YaTuhan aku berdialog kembali dengan makhluk kecil diotakku ini” dalam hatinya Zu.  Sini duduk
Rau   : Ah tidak aku sedang haid.
Zu    : Terus kenapa?
Raud  : Takut  menajiskan orang yang duduk selanjutnya.
AH SIAL DARAH MENSTURASI LAGIHHHHHH
 
22/07/2009 | 20:58 | Inspirasi dari darah mensturasi dan bulan yang fulgar di Ramadhan.



Rabu, 17 Juli 2013

Percakapan tanpa fokus.

A: Ijazah udah kuar ki?
B: Kuar drmn rul?
A: Lubang kloset kediamanmu ki. Ih masa ga ngerti...
B: ih serem bgttt keluarnya sm eek gt dong?-_- udaaah ruliiiii
A: Gapapa asal dr anusmu, itu yg terpenting-_- kapan mau ambil iki?
B: Dr mulut ajasiiii biar makin serem. Udah diambilin ruliiiii hehe
A: Iki kok gtuh? Hanya air liur yg berhak dr mulut. Terus2 kita ada urusan          apalagi si diskull?
B: Air ingus juga ruuul kadang2 tp kalo lg bersin. Eh gatau deh diambilin apa ga:( ada urusan percintaan ruuuul:'
A: Muntah juga ya, muntah seksi gaksi? Kalo gumoh, dulu pas masi kecil suka gumoh
   gak?Jgn sad gt emotnya! Cinta blm rampung ni?Bu erlina emg g
B: Seksi kalo muntah keluar cewek. Gumoh apa ya lupa-_- bu erlina PHP!
A: Kyaknya lagi haus berdahaga soal cewe y ki. Itu semacam bubur tim, tanya ibu
   mangkanya. Cari yg pasti rumit y? Btw dr malang y? Wuuuuu
B: Enggak rul candaan doang. Rumiiiit sekaleeeeeyy. Msh di Malang nih hehe
   Yaudah hati2 doaku menyertaimu! Untuk alm. Ayahmu dan sanak familimu!:)
A: Take Care iki unyuk!
B: Terimakasiiiih rooleeeeeeyy :) Oiyaaa mau oleh2 apa rul?
A: Keselamatanmu yang tepenting kata tmcpoldametro.
B: Yg bener "keluarga menunggu di rmh rul" .
A: Hehehhe. ki nyari kewec a?
B: Haaaah? Nyari rul wkwkw manaaa
A: Ada ki, anak ipa. Mau gak? Siti ropikoh/ lubenah/ nurul/ karina apa mau vania?
   Iki jangan ada dusta ya!
B: Enggak tahuuuuu-_-
   Dusta apa lagi ruliiiiiii 
   Dusta apaan sih ruuuul?-_-
A: Serius? Kl boong nyebur jurang y?Dusta... Kerdus cinta
B: Maksa ah -­_-
A: Serah gue ki..Iwanabifriasebert ki.
B: Hahaa burung apaan? Burung onta?
A: Burung merpati aja ki. Eh burung onta ada di mars ga ya?
B: Ada kok. Eh gatau deh. Di mars 59 rul? Kyknya ga ada deh
A: Haduhhhh pusying.........
B: Pusying bu haji?
A: Haduhhhh lambimu mlengsreh. Ki tanyain. Ki obat lupa apasi?
B: Obat lupa? Buyung upi rul, atau enggak ya beras kencur
A: ki serius? Eh kunyit paitan enak tahu dicampur pasir dan butiran debu
B: Enggak rul bercanda. Eh iya bener, pasirnya yg ada eek kucingnya gitu ya rul
A: Stop iki. Knp kita selalu kembali sm tinja.....
A: Eh wkt sd pernah ngumpulin tinja gak?
B: Karna semuanya berhubungan dengan tinja

                                                                         ***


Jumat, 11 Januari 2013



Saya hanya sedih, ya mungkin tuntutan berlapang dada mesti di-iya-kan.
Saya harus meninggalkan teater untuk setahun kedepan.
Saat saya menaruh harap pada hal yang sangat saya banggakan
Tempat dimana saya menemukan jatidiri
Saya berharap  bisa ikut tur roadshow, saat saya mulai mengenal beliau-beliau
Saya menunggu hingga dipenghujung akhir SMA
Dan ternyata kesempatan itu belum  milik saya
Milik junior saya
Sedih
Kalah sama junior
Junior saya udah pentas kemana-mana
Saya udah maksimal
Dan mendengar kabar mereka akan tampil di luar negri juga
Setelah tur kebebarapa kota di indonesia
Sedihnya salah satu diantara 3 junior saya
Mempunyai visi yang sangat memalukan
Kadung ingin terkenal, jadi lupa apa yang seharusnya  dijadikan niat
Kenapa orang macam itu diberi kesempatan?
Pantas saja setiap pementasan, hanya suara dari kerongkongannya yg menggelegar
Allah sadarkan dia, agar saya tidak begitu kecewa sekali
Beritahu niat apa yang perlu dia ingat
Dan semoga diluar sana, saya masih bisa bertemu anak-anak yang sepaham dan pulihkan luka saya yang mendalam... krn passion saya ini.