Zu : Kenapa ngga duduk?
Rau : Soalnya aku solat, najis kan dimana-mana, takutnya yg abis duduk
disini orang yang sedang haid terus nembus.
Zu : Lho bukannya kalau selama kita tidak tahu itu ada pemakluman? Tuhan Mahatoleril kan?
*pecakapan
ini berhenti senjenak
Rau : Li, kata kamu bener yang tadi
Zu : Lalu?
Rau : Tapi kan masa kita selalu tersesat dalam ketidaktahuan jadi ya
mending waspada aja
Zu :Aku analogikan seperti anak yang terlahir bukan menjadi muslim,
apakah mereka tahu sebelumnya kalau mereka terlahir menjadi kristiani, penganut
budha, bahkan atheis sekalipun? apakah bisa diwaspadai?
Rau :Ya tapi kan mereka sudah diperingatkan kenapa tidak mencari tahu
Zu : Yang tau mereka telah dibutakan ditulikan ya umat kita, memangnya kamu mau membuka al-kitab umat lain, Sedangkan al-kitabmu belum kamu pelajari seutuhnya. Kamu dan aku beruntung. Dan mereka disana jg merasa seperti itu. Ya‘beruntung’ memeluk keyakinan yang dianggap paling benar masing-masing.Seperti para penceramah dan pemuka agama, Ribut membenarkan. Kebenaran kok harus diributkan. Yang ada malah melenceng. Sok pandai menafsirkan, Kadangkala kita dibuat bingung. Ya misalkan guru agama, kebenaran sesuatu ditentukan oleh siapa yang mengajarkan kita saat itu. Pengajaran guru sd, smp, sma ku beda.. dan mereka telah ada dalil spesifik sebagai kriteria tunggal yang membenarkan pernyataan mereka. Jadi aku pikir kamu belum tentu benar. Dan sekarang aku juga habis pikir, kita lebih pecaya dengan tokoh-tokoh piawai berpidato dan sekawananya daripada agama itu sendiri.
Zu : Yang tau mereka telah dibutakan ditulikan ya umat kita, memangnya kamu mau membuka al-kitab umat lain, Sedangkan al-kitabmu belum kamu pelajari seutuhnya. Kamu dan aku beruntung. Dan mereka disana jg merasa seperti itu. Ya‘beruntung’ memeluk keyakinan yang dianggap paling benar masing-masing.Seperti para penceramah dan pemuka agama, Ribut membenarkan. Kebenaran kok harus diributkan. Yang ada malah melenceng. Sok pandai menafsirkan, Kadangkala kita dibuat bingung. Ya misalkan guru agama, kebenaran sesuatu ditentukan oleh siapa yang mengajarkan kita saat itu. Pengajaran guru sd, smp, sma ku beda.. dan mereka telah ada dalil spesifik sebagai kriteria tunggal yang membenarkan pernyataan mereka. Jadi aku pikir kamu belum tentu benar. Dan sekarang aku juga habis pikir, kita lebih pecaya dengan tokoh-tokoh piawai berpidato dan sekawananya daripada agama itu sendiri.
Rau : Hey Zu,kamu terlalu melebar.
Untuk apa kamu sibukkan mereka, kamu sendiri sudah benar menjalankan warisan
nabi?
***
Rau : Hey, zu. Ngapain bergumam?
Zu : Ah ya?.“YaTuhan aku berdialog kembali dengan makhluk kecil
diotakku ini” dalam hatinya Zu. Sini duduk
Rau : Ah tidak aku sedang haid.
Zu : Terus kenapa?
Raud : Takut menajiskan orang yang
duduk selanjutnya.
AH SIAL
DARAH MENSTURASI LAGIHHHHHH
22/07/2009 | 20:58 | Inspirasi dari darah mensturasi dan bulan
yang fulgar di Ramadhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar