Senin, 22 Juli 2013



Zu
    : Kenapa ngga duduk?
Rau   : Soalnya aku solat, najis kan dimana-mana, takutnya yg abis duduk disini orang yang sedang haid terus nembus.
Zu    : Lho bukannya kalau selama kita tidak tahu itu ada pemakluman? Tuhan Mahatoleril kan?
*pecakapan ini berhenti senjenak
Rau   : Li, kata kamu bener yang tadi
Zu    : Lalu?
Rau   : Tapi kan masa kita selalu tersesat dalam ketidaktahuan jadi ya mending waspada aja
Zu    :Aku analogikan seperti anak yang terlahir bukan menjadi muslim, apakah mereka tahu sebelumnya kalau mereka terlahir menjadi kristiani, penganut budha, bahkan atheis sekalipun? apakah bisa diwaspadai?
Rau   :Ya tapi kan mereka sudah diperingatkan kenapa tidak mencari tahu

Zu
    : Yang tau mereka telah dibutakan ditulikan ya umat kita, memangnya kamu mau membuka al-kitab umat lain, Sedangkan al-kitabmu belum kamu pelajari seutuhnya. Kamu dan aku beruntung. Dan mereka disana jg merasa seperti itu. Ya‘beruntung’ memeluk keyakinan yang dianggap paling benar masing-masing.Seperti para penceramah dan pemuka agama, Ribut membenarkan. Kebenaran kok harus diributkan. Yang ada malah melenceng. Sok pandai menafsirkan, Kadangkala kita dibuat bingung. Ya misalkan guru agama, kebenaran sesuatu ditentukan oleh siapa yang mengajarkan kita saat itu. Pengajaran guru sd, smp, sma ku beda.. dan mereka  telah ada dalil spesifik sebagai kriteria tunggal yang membenarkan pernyataan mereka. Jadi aku pikir kamu belum tentu benar. Dan sekarang aku juga habis pikir, kita lebih pecaya dengan tokoh-tokoh piawai  berpidato dan sekawananya  daripada agama itu sendiri.
Rau   : Hey Zu,kamu  terlalu melebar. Untuk apa kamu sibukkan mereka, kamu sendiri sudah benar menjalankan warisan nabi?
***
Rau   : Hey,  zu. Ngapain bergumam?
Zu    : Ah ya?.“YaTuhan aku berdialog kembali dengan makhluk kecil diotakku ini” dalam hatinya Zu.  Sini duduk
Rau   : Ah tidak aku sedang haid.
Zu    : Terus kenapa?
Raud  : Takut  menajiskan orang yang duduk selanjutnya.
AH SIAL DARAH MENSTURASI LAGIHHHHHH
 
22/07/2009 | 20:58 | Inspirasi dari darah mensturasi dan bulan yang fulgar di Ramadhan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar