Selasa, 14 April 2015

Dalam setiap alunan rasa, diselipkan kecup salam sukma 

hingga ia akan meronta dan mengendalikan apa yang menjadi itikadnya

dengan kembali lagi melontarkan serangkaian kalimat yang memiliki daya tembus menyayat

lelaki itu bilang saya adalah ilham paling tulen akan fitrahnya

dirayu - rayu saya hingga melayu namun tetap "tidak" saya katakan mentah - mentah

ia menata kata demi kata... "sekian lama kamu dan saya melupakan kita" 

sesekali saya ingin menjadi perihal genting melebihi dari apa yang dianggapnya penting

lalai melahirkan ketidakberartian namun kelak ditebas oleh ketiadaan...

manusia berbekal ingatan, melumpuhkan

memang begitu, perkaranya ia adalah proporsi keseluruhan yang menakjubkan 

antara saya dan dia menyadari betul akan adakalanya menjemput pagi hanya dengan bersua saja 

terasa seperti tidur bersama


------------

cengkrama sembari ndusel di kamar distopia kami (s)uka---(d)uka 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar