Saya gatau
harus mulai darimana. Saya hanya ingin bekeluh { lagi lagi }.
"-------------------------------------------------------------------------------
Saya telah
mendengar beritanya, tentang ritme kesuksesan mereka yg terlampau cepat..
melonjak tinggi.
Saya ingin
menangis, tp menangis begitu manis. Saya ingin kuat, tp saya adalah
rapuhtasi... org yg menyandang gelar rapuhersss$. Cukup! Saya ingin bercerita
serius : (
Sayang-sayangku,
baru kau usap dan mencuci kakiku dan kakak-kakakmu yang lain, berbagi ilmu yang
terbatas, berjuang menempati ruang seni yang jatwalnya didominasi anak seni
lainnya,indah..sesaat.
Ternyata benar
dewasa ini, kita bisa bersatu dalam kesusahpayahan namun aku rasa itu tdk
bermakna lagi buat kalian yang sedang dipuncak kesuksesan karir.
Dendam ku
tidak membatu, bahkan ini terlalu mendahulukan takdir untuk dikatakan dalam
dendam.
Aku hanya
rindu saat kalian masih lugu, kita saling menjaga sikap manis dan Bunda datang
dan berkata bahwa kita anak unggulan seni { saat tahun aku dkk yang menjabat }
Nasib telah
berfirman...
Alam telah
bersabda...
Kalian dalam
zona fortuna, selamat!
Kalian
menjelma sebagai anak singa, padahal kalian anak kucing
Aku hanya
berharap, kalian tak menyeleweng
Perubahannya
memang begitu cepat
Aku dilecehkan
saat kalian dihadapkan org yg lebih tinggi pangkatnya
Kita keluarga
namun tetap saja kita bersaing merebutkan eksistensi.
Aku hanya muak
dgn km ARM { sebut saja }
Visi-mu
brengsek
Mencari
ketenaran.. pekerja seni macam apa?
Menggelengkan
kepala mungkin terlalu bodoh
Meludahimu,
apakah boleh?
Untuk adikku
Edh & Fbl { sebut saja }
Berkelilinglah
kalian, tapi jgn lupa... rumah kita, ruang seni SMA 59.
Aku menaruh
harap. Meski aku tahu dimana harap berlaku, maka kesempatan terluka.
Laku --- Luka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar