Jumat, 11 Januari 2013



Saya gatau harus mulai darimana. Saya hanya ingin bekeluh { lagi lagi }.
"-------------------------------------------------------------------------------

Saya telah mendengar beritanya, tentang ritme kesuksesan mereka yg terlampau cepat.. melonjak tinggi.

Saya ingin menangis, tp menangis begitu manis. Saya ingin kuat, tp saya adalah rapuhtasi... org yg menyandang gelar rapuhersss$. Cukup! Saya ingin bercerita serius : (

Sayang-sayangku, baru kau usap dan mencuci kakiku dan kakak-kakakmu yang lain, berbagi ilmu yang terbatas, berjuang menempati ruang seni yang jatwalnya didominasi anak seni lainnya,indah..sesaat.

Ternyata benar dewasa ini, kita bisa bersatu dalam kesusahpayahan namun aku rasa itu tdk bermakna lagi buat kalian yang sedang dipuncak kesuksesan karir.

Dendam ku tidak membatu, bahkan ini terlalu mendahulukan takdir untuk dikatakan dalam dendam.
Aku hanya rindu saat kalian masih lugu, kita saling menjaga sikap manis dan Bunda datang dan berkata bahwa kita anak unggulan seni { saat tahun aku dkk yang menjabat }

Nasib telah berfirman...
Alam telah bersabda...
Kalian dalam zona fortuna, selamat!
Kalian menjelma sebagai anak singa, padahal kalian anak kucing
Aku hanya berharap, kalian tak menyeleweng
Perubahannya memang begitu cepat
Aku dilecehkan saat kalian dihadapkan org yg lebih tinggi pangkatnya
Kita keluarga namun tetap saja kita bersaing merebutkan eksistensi.

Aku hanya muak dgn km ARM { sebut saja }
Visi-mu brengsek
Mencari ketenaran.. pekerja seni macam apa?
Menggelengkan kepala mungkin terlalu bodoh
Meludahimu, apakah boleh?

Untuk adikku Edh & Fbl { sebut saja }
Berkelilinglah kalian, tapi jgn lupa... rumah kita, ruang seni SMA 59.
Aku menaruh harap. Meski aku tahu dimana harap berlaku, maka kesempatan terluka.
Laku --- Luka.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar