Rabu, 31 Oktober 2012

Teruntuk Broto


Hai Broto, tampaknya kau bahagia dengan wanitamu? Wanita yang pada mulanya bukan orang yang benar-benar kau cinta.

Aku tidak suka mendengar keluhanmu mengenai wanitamu itu, aku tidak ingin kau pamrih,Broto. Itu sudah pilihanmu :’)

Sampai sekarang Broto, aku menyesali mengapa aku tidak memanfaatkan waktu sblm kau bersama dengannya.

Dulu aku sangat2 berhati2 bilamana berinteraksi denganmu, ku rangkai kata-kata seefisien lagi seefektif mungkin, kukemas dgn cantik agar menarik perhatianmu agar kita tak kunjung menyudahi percakapan.

Sebelum ku membalas responmu pasti aku akan bertanya pada teman lelaki maupun wanitaku,. Kutanyakan pada mereka dgn pertanyaan yang sama “ Kalau menurut kalian bagaimana kalau kubalas sprt ini,...... kira2 dia  bls lg gak ya? ”

Dan semua tanyaku  langsung dibalas dengan berita mengenaimu, “Broto skrg menjalin asmara dengan teman sekelasnya dulu dan mereka kembali sekelas...”

Broto, kau tahu betapa senangnya aku ketika kita dipertemukan di kelas sosial,namun kau pindah jurusan kekelas alam.

Wanitamu adalah temanku yang pada saat itu lemah karna mantan kekasihnya Broto. Kau bagaikan Pelipur Lara baginya tapi bagiku kau adalah.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar