Hai Broto, tampaknya kau bahagia dengan wanitamu?
Wanita yang pada mulanya bukan orang yang benar-benar kau cinta.
Aku tidak suka mendengar keluhanmu
mengenai wanitamu itu, aku tidak ingin kau pamrih,Broto. Itu sudah pilihanmu :’)
Sampai sekarang Broto, aku menyesali
mengapa aku tidak memanfaatkan waktu sblm kau bersama dengannya.
Dulu aku sangat2 berhati2 bilamana
berinteraksi denganmu, ku rangkai kata-kata seefisien lagi seefektif mungkin,
kukemas dgn cantik agar menarik perhatianmu agar kita tak kunjung menyudahi
percakapan.
Sebelum ku membalas responmu pasti aku
akan bertanya pada teman lelaki maupun wanitaku,. Kutanyakan pada mereka dgn
pertanyaan yang sama “ Kalau menurut kalian bagaimana kalau kubalas sprt
ini,...... kira2 dia bls lg gak ya? ”
Dan semua tanyaku langsung dibalas dengan berita mengenaimu, “Broto
skrg menjalin asmara dengan teman sekelasnya dulu dan mereka kembali sekelas...”
Broto, kau tahu betapa senangnya aku
ketika kita dipertemukan di kelas sosial,namun kau pindah jurusan kekelas alam.
Wanitamu adalah temanku yang pada saat itu
lemah karna mantan kekasihnya Broto. Kau bagaikan Pelipur Lara baginya tapi
bagiku kau adalah.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar