Senja
tak luluhkan hati
Kapan
hening lagi damai?
Persahabtanku
dengan polusi
Terik
matahari hobi menggigitiku
Angin
menghantarkan udara panas yang menyayatku
Nafas
jama telah busuk, Fajar telah kelam
Hari-hari
dikhianati,kesejukan telah mati di ibukota
Dimana
hening?
Kabut
kebisingan menggelegar
Pengap...
Semua tak mau kalah
Semua
ingin jadi yang terdepan
Inilah
tetesan air mata bencana
Kasihan
bumi
Diinjak-injak
kaki yang jumawa
Senyuman-senyuman
bagai petir disiang hari
Jarum
waktu kejam mengiris
Semua
diperbodoh oleh jaman
Umat
manusia ingkar kepada bumi
Dimana
kini yang menaburka benih bibit cinta
Kini
siapa yang mau menyempatkan diri
Untuk
menjalin hubungan harmoni kepada semesta jagat raya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar